Jawaban : Retak – retak tersebut terjadi karena pemisahan lapisan film mula-mula yang muncul hanya seperti rambut, tapi lama -lama bisa makin besar dan menyebabkan terjadinya pengelupasan. Terjadinya retak – retak disebabkan oleh : Lapisan cat yang pertama belum benar-benar kering sudah ditimpa lapisan berikutnya. Pengencer terlalu banyak. Kondisi substrate ketika cat diaplikasikan terlalu dingin atau panas. Kondisi udara saat proses pengecatan terlalu berangin sehingga bagian permukaan terlalu cepat kering. Solusinya adalah : Jika yang terjadi hanya peretakan tanpa ada indikasi pengelupasan cat, maka kondisi ini dapat diperbaiki dengan menutup retakan-retakan rambut tersebut dengan plamur yang berkualitas baik dan direkomendasikan untuk exterior hanya pada daerah-daerah retakan saja. Setelah kering berikan 1 lapis cat dasar atau primer, disusul dengan cat akhir. Jika pengelupasan cat terjadi sampai ke dasar substrate, keroklah semua lapisan bisa dengan menggunakan kape / amplas. Setelah itu lakukan prosedur pengecatan ulang dengan benar.

Jawaban : Munculnya serbuk-serbuk halus pada permukaan lapisan cat yang membuat warna cat pudar. Pengapuran bisa dilihat secara visual atau dapat kita rasakan dengan jelas saat tangan kita diusapkan ke permukaan dinding. Terjadinya pengapuran (Chalking) disebabkan oleh : Menggunakan cat kelas interior yang kandungan powdernya tinggi untuk penggunaan exterior. Alkali menyerang lapisan film cat. Kondisi cuaca yang merusak lapisan film cat. Solusinya adalah : Bersihkan kapur yang terbentuk di permukaan dinding tersebut dengan sikat, kemudian bilas dengan air sampai bersih. Setelah kering cek kembali dan pastikan bahwa serbuk kapur sudah benar-benar hilang. Lapisi dinding dengan cat dasar dan cat akhir yang kualitas ketahanan cuacanya lebih baik. Jika gejala-gejala pengapuran sudah tidak ada sementara kondisi cat lama masih baik, maka pemberian cat dasar boleh tidak dilakukan.

Jawaban : Masalah ini ditandai dengan naik dan terkelupasnya lapisan film terluar dari media substratenya sebagian atau seluruh lapisan. Cat yang mengelupas terjadi karena : Cat diaplikasi pada dinding lama yang mengalami pengapuran. Permukaan dinding yang dicat kotor dan mengandung minyak sehingga cat tidak dapat menempel dengan sempurna. Kondisi permukaan substrate terlalu panas / dinding. Cat yang diaplikasikan terlalu kental sehingga tidak bisa penetrasi dengan baik ke permukaan substrate / cat lama. Lapisan cat yang diaplikasikan terlalu tebal untuk sekali lapisan. Saat diaplikasi lapisan terakhir, lapisan cat dasarnya belum kering sempurna. Solusinya adalah : Kerok lapisan yang mengelupas. Bersihkan permukaan dari serbuk-serbuk kapur, lapisan minyak dan kotoran - kotoran yang masih tertinggal dengan sistem pembersihan yang sesuai. Bilas dengan air sampai bersih dan keringkan. Lapisi dengan cat dasar / primer yang direkomendasikan sesuai untuk cat akhir. Aplikasikan lapisan cat akhir exterior yang kualitas adhesion dan water resistancenya lebih baik.

Jawaban : Berubahnya warna sebagian atau di seluruh permukaan lapisan menjadi warna yang lebih putih atau lebih muda dari warna aslinya. Warna pudar (Discoloration) pada tembok terjadi karena : Menggunakan cat berkelas interior untuk exterior. Kualitas cat rendah sehingga lebih mengalami degradasi / pengapuran pada lapisan filmnya. Menggunakan cat dengan warna-warna yang tidak tahan radiasi UV (merah cerah, orange cerah, & violet cerah). Over tinting dengan menggunakan extra pasta colorant cat putih yang tidak diperuntukkan untuk cat base warna -warna muda / medium. Solusinya adalah : Jika pudarnya warna karena pengaruh chalking / pengapuran, lakukan pembersihan seperti pada masalah chalking. Lakukan repainting dengan menggunakan cat dengan warna-warna yang lebih tahan terhadap radiasi UV dan direkomendasikan untuk exterior dengan ketahanan yang lebih baik.

Jawaban : Ditandai dengan menumpuknya debu / kotoran lain pada lapisan film, sehingga nampak seperti jamur. Cat yang menumpuk kotoran (Dirt Pick Up) terjadi karena : Menggunakan cat berpenampilan satin / semi gloss berkualitas kurang baik. Larutan kotoran / debu mengalir dan menempel pada daerah / alur-alur yang sama yang berasal dari akumulasi debu / kotoran dari daerah diatas dinding. Bentuk bagian bangunan horizontal yang cenderung menjadi tempat berkumpulnya debu dan kotoran - kotoran atau polutan asap kendaraan bermotor yang beterbangan. Solusinya adalah : Lakukan pencucian terhadap debu dan kotoran - kotoran yang menempel tersebut dengan menggunakan sikat pembersih dan larutan detergen, kemudian bilas dengan semprotan air hingga bersih dan air tak berbusa. Jika akumulasi kotoran susah dibersihkan seluruhnya dan masih berbekas lapisi dengan cat top coat quality yang lebih tahan terhadap debu dan bisa dicuci. Pilihan cat yang lebih glossy biasanya lebih tahan terhadap dirt pick up dibanding yang flat lebih porous sehingga debu lebih mudah terperangkap.

Jawaban : Berkerak, tumpukan garam berwarna putih diatas permukaan tembok yang diaci dengan pola bercak seperti pola rembesan air. Cat yang Efflourescence terjadi karena : Kurang sempurnanya persiapan per mukaan pada saat pembersihan efflourescence yang sudah timbul sebelum dimulai pengecatan. Kondisi dinding yang sangat lembab hingga uap air merembes ke dinding sebaliknya. Solusinya adalah : Jika penyebabnya adalah kondisi ruang yang lembab, sebaiknya perbaiki dulu sumber / penyebab lembab tersebut, mungkin ada genteng bocor, sealing saluran air yang retak, ventilasi untuk daerah-daerah lembab seperti dapur, kamar mandi, dll dibuat sirkulasi udaranya lebih baik. Hilangkan kerak-kerak efflourescence dan lapisan - lapisan yang ikut mengelupas dengan menggunakan sikat kawat atau alat-alat pembersih lain yang bisa digunakan, lalu bilaslah dengan air sampai bersih, keringkan. Aplikasikan 1 lapis lapisan sealer / primer yang bermutu tinggi dan biarkan kering sempurna lalu aplikasikan cat akhir yang kualitasnya lebih baik atau dengan elastomeric paint.

Jawaban : Timbul bintik-bintik hitam, abu-abu atau coklat pada permukaan dinding. Cat yang mengakibatkan tumbuh jamur pada tembok terjadi karena : Dinding terletak di area lembab atau area yang sedikit menerima cahaya matahari rentan terhadap serangan jamur. Penggunaan cat alkyd / oil based / WB berkualitas rendah. Pengecatan ulang yang dilakukan pada permukaan dinding lama yang masih berjamur. Solusinya adalah : Lakukan test untuk mengetahui bebas jamur pada dinding dengan cara teteskan cairan pemutih baju ke bagian tersebut. Jika cairan bereaksi dan hilang maka kemungkinan besar jamur masih ada. Gunakan larutan khusus "fungicidal wash" atau larutan pemutih baju (1 bagian + 3 bagian air) untuk menghilangkan jamur. Gosokkan larutan itu pada bagian yang ditumbuhi jamur (hati-hati gunakan sarung tangan karet dan kacamata pengaman). Diamkan selama 24 jam, kemudian kerok dan bersihkan. Bilas dengan air sampai bersih & keringkan. Lapisi dinding dengan cat WB yang berkualitas tinggi agar jamur tidak tumbuh lagi. Untuk daerah yang tingkat kelembabannya tinggi, usahakan untuk memperbaiki ventilasi agar sirkulasi udara cukup baik. Perbaiki kebocoran dan rembesan konstruksi.

Jawaban : Lapisan cat naik dari dasar permukaan karena berkurang atau hilangnya daya rekat cat. Cat yang menggelembung (Blister) pada tembok terjadi karena : Pengecatan dilakukan pada permukaan yang lembab atau belum kering benar. Permukaan substrate sebelum dicat bersih benar dan masih terdapat debu / oli / minyak / kotoran-kotoran lain. Merembesnya uap air pada cat yang kandungan resinnya tinggi. Terjadi pengembunan pada lapisan film cat bahan dasar air yang biasanya dipicu oleh tingginya tingkat kelembaban atau hujan yang turun sebelum cat kering sempurna. Kemungkinan terjadinya pengembunan akan semakin besar jika persiapan permukaan tidak sempurna. Solusinya adalah : Kerok lapisan yang mengelupas. Bersihkan permukaan dari serbuk-serbuk kapur, lapisan minyak dan kotoran-kotoran yang masih tertinggal dengan sistem pembersihan yang sesuai. Bilas dengan air sampai bersih dan keringkan. Lapisi dengan cat dasar / primer yang direkomendasikan sesuai untuk cat akhir. Aplikasikan lapisan cat akhir exterior yang kualitas adhesion dan water resistancenya lebih baik.

Jawaban : Cat yang permukaan belang tampak seperti basah (ngompol) terjadi karena : Pada saat pengecatan,kondisi pada permukaan tembok berbahan dasar semen yang masih basah atau belum kering betul sehingga kadar air maupun alkali didalam dinding masih tinggi. Terdapat spot - spot area lembab karena porousitas permukaan dinding yang tidak seragam atau adanya rembesan dari retakan konstruksi / bocoran setempat. Cat yang digunakan bersifat porous. Solusinya adalah : Kupas lapisan cat yang nampak belang di atas permukaan dinding untuk membuka pori-pori lebih lebar sehingga air lebih mudah menguap keluar. Jika terdapat jamur, cuci dengan larutan kaporit dan bilas dengan air bersih, lalu keringkan. Jika terdapat retak-retak, repair dengan dempul yang berkualitas baik. Perbaiki kebocoran & rembesan konstruksi. Aplikasikan 1 lapis lapisan sealer / primer yang ketahanan alkalinya lebih bermutu tinggi dan biarkan kering. Aplikasikan lapisan cat akhir yang kualitas adhesion dan water resistancenya lebih baik.

Jawaban : Cat yang tampilan lapisan permukaan lapisan cat yang tampak tidak rata (poor flow / leveling) terjadi karena : Aplikasi “touch up” pada sebagian area yang di sekelilingnya sudah terdapat cat yang telah kering. Alat yg digunakan untuk aplikasi touch up berbeda dengan alat yang digunakan sebelumnya (misalnya : kuas dan Roller). Penggunaan type roller atau kuas yang tidak tepat, serta tidak sesuai dengan kekentalan cat. Ketika ada sebagian cat yang sudah menjelang kering (tapi belum kering betul) ditimpa / ditindas ulang aplikasi baik dengan roller maupun kuas. Kualitas cat terlalu cepat kering maka susah diratakan atau susah diatur ketebalannya. Solusinya adalah : Skill dan teknik yang baik, dari aplikatornya terutama jika cat yang digunakan adalah kualitas yang tidak terlalu tinggi atau type cat yang cepat kering. Pilih alat aplikasi (roller dan kuas) yang berkualitas baik. Pemilihan type cat yang baik. Pengaturan kekentalan untuk aplikasi disesuaikan dengan alat aplikasinya (jangan terlalu kental ataupun terlalu encer. Touch up dilakukan dengan cermat untuk membentuk profil permukaan yang seragam dengan area sekelilingnya, atau repair 1 bidang sampai pada batas ujung bidang (misal : sudut / adanya tali air). Jika hasil aplikasi sudah terlanjur jelek penampilannya, maka untuk memperbaikinya adalah dengan cara diamplas untuk meratakan permukaannya lalu cat ulang dengan teknik dan pertimbangan-pertimbangan seperti no 1-5 diatas.